oleh

CerBung : Han! Aku Cinta Padamu (14)

-Cerpen, Fiksiana-Telah Dibaca : 161 Orang

Cerpen Bersambung (CerBung) ini khusus persembahan penulis untuk mereka para mahasiswa. Namun juga untuk mereka yang masih berjiwa muda. 

BACA JUGA : Han! Aku Cinta Padamu (1).  

EMPAT BELAS 

Aku teringat pada sebuah puisi yang pernah kutulis untuk Erika.

Cerita ini pada suatu malam.

Sehingga aku terguncang dan tenggelam.

Berusaha menjadi tempat berpegang.

Seharusnya ada tempat.

Di mana kupijakkan kakiku erat-erat.

Seharusnya ada jalan.

Di mana kulangkahkan cita dan harapan.

Lalu di sela detak jantungku.

Ada nada sumbang yang selalu saja tak kumengerti.

Di mana saat ini aku berhenti.

Dari seluruh perjalananku.

Sesaat aku sempat singgah.

Hanya sekedar menengok segenap gelisahku.

Yang telah semakin gosong berabu.

Tuhan, haruskah.

Puisi ini berhenti dan musnah.

Hilang dan lenyap dan basi dan mati.

Karena itu kutunggu.

Ada reinkarnasi puisiku masa lalu.

Mengapa Erika begitu besar memengaruhi kehidupanku? Dia gadis yang aku cintai yang diharapkan menjadi ibu dari anak-anakku. Aku sudah menerima bahwa Erika bukan milikku.

Bagaimanapun juga pada semester delapan ini aku harus bisa fokus dengan rencana penelitianku untuk skripsi. Biarlah masa lalu kusimpan rapat-rapat dengan segala keindahannya.

Selain sudah kudapatkan referensi dari beberapa artikel online, namun juga masih diperlukan beberapa text book.

Saat ini aku harus meluangkan banyak waktu di perpustakaan untuk mendapatkan baha-bahan lietratur bagi proposal skripsiku.

Ternyata banyak waktu pula yang justru malah membuatku termenung karena bagaimanapun di perpustakaan ini banyak menyimpan kenangan bersama Erika.

Siang itu aku tidak bisa fokus mengerjakan skripsi. Imbasnya literatur yang seharusnya kucari untuk melengkapi bahan skripsi, tidak kuperoleh.

Aku sadar terlalu membuang-buang waktu mengasihani kisah masa lalu yang sejatinya tidak mungkin kembali.

Aku harus melupakan Erika sesegera mungkin, tapi entah mengapa semakin keras berusaha semakin gadis itu lekat dalam ingatanku.

Erika seakan-akan ada di depanku di ruang perpustakaan ini. Sungguh aku benar-benar butuh waktu untuk melupakannya. Ya butuh waktu entah seberapa lama.

BERSAMBUNG Bab 15.

@hensa.

Ilustrasi Foto by Pixabay.

Teman-teman bagi penggemar novel sila baca novel di bawah ini, klik saja tautannya.

BACA JUGA Kisah Cinta Jomlo Pesantren. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed