oleh

Shin Tae yong dan Kiprahnya Mengejar Target Juara

-Olahraga-Telah Dibaca : 10 Orang

Shin Tae yong secara resmi menangani Timnas Garuda pada awal Januari 2020. Saat itu Pengurus PSSI memperkenalkannya untuk pertama kali dalam jumpa pewarta pada Sabtu (28/12/2019) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Komite Eksekutif PSSI saat itu memilihnya dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari Departemen Teknik PSSI serta sejumlah pelatih.

Ketika itu ada satu hal yang menarik yang diutarakan oleh Waketum PSSI, Cucu Somantri bahwa rakyat Indonesia sudah haus akan juara. Ini rupanya yang menjadi alasan memilih pelatih baru.

Shin Tae yong rupanya menyanggupi untuk meraih juara AFF yang menjadi target Pengurus PSSI sehingga terpilih menjadi pelatih Timnas Garuda.

Namun hingga saat ini target juara AFF tersebut masih tertunda. Pada tahun 2021 Timnas Garuda hanya mampu menjadi finalis dan harus mengakui Thailand sebagai juara Piala AFF saat itu.

Pada tahun 2022 ini, coach Shin kembali mencoba meraih gelar yang tertunda tersebut dalam meraih juara di ajang Piala AFF 2022 yang berlangsung pada Desember 2022.

Shin saat itu menyisihkan kandidat lainnya yaitu Luis Milla yang juga pernah melakukan presentasi program di hadapan para pejabat Exco PSSI.

Saat itu Milla tidak menyanggupi target juara karena targetnya adalah pembinaan pemain sebagai upaya membangun pondasi sepakbola Indonesia.

Pada perjalanan kiprah Shin membesut Timnas Garuda sempat terkendala covid19 pada tahun 2020 hingga tahun 2021. Namun mulai menunjukkan perkembangan positif pada kesempatan berikutnya.

Pelatih dari Negara Ginseng ini sangat percaya diri untuk melatih Timnas Indonesia. Bisa jadi hal ini karena Shin sangat berpengalaman menangani tim negaranya pada berbagai ajang sepak bola bergengsi.

Sejauh Shin pernah menjadi pelatih Timnas Korea Selatan di ajang Olimpiade Rio Brasil yang berlangsung pada tahun 2016.

Begitu pula dirinya berhasil membawa Timnas Korea Selatan meraih perempat-final Piala Dunia U-20 pada tahun 2017.

Kiprah Shin terakhir yang menghebohkan adalah ketika skuad asuhannya, Korea Selatan mengalahkan Jerman di Piala Dunia Rusia tahun 2018. Kemenangannya yang membuat jaura bertahan Jerman tersisih dari ajang Dunia tersebut.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman itu, Shin Tae yong memiliki keyakinan untuk membuat Timnas Indonesia menjadi tim yang kuat dan berprestasi.

Menurut pengakuannya, dia sangat tertarik dengan tantangan karir kepelatihannya dengan membangun sepakbola Indonesia melalui pembinaan yang berjenjang.

Shin ternyata mempunyai obsesi untuk meningkatkan level Timnas Garuda paling tidak sejajar dengan standar sepak bola di Asia.

Saat ini acuannya adalah negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Iran, Arab Saudi dan Australia yang selalu rutin berlaga di ajang Piala Dunia.

Mochamad Iriawan pernah mengatakan pada awal-awal kepengurursannya memimpin PSSI pada tahun 2019 bahwa coah Shin akan menjalankan proyek jangka panjang dengan durasi kerja sama selama empat tahun.

Hal itu artinya selama masa baktinya memimpin PSSI, Iwan Bule mempertaruhkan prestasi sepakbola Indonesia kepada Shin Tae yong.

Durasi kontrak coach Shin berakhir pada Desember 2023 bersamaan dengan berakhirnya masa kepengurusan PSSI pimpinan Iwan Bule.

Jangan lupa catat targetnya adalah juara Piala AFF dan semi final Piala Dunia U-20 di Jakarta. Itulah dua target yang menjadi pertaruhan bagi Shin Tae yong dan PSSI.

Saat ini sudah banyak progres yang menjadi sasaran antara antara lain lolos ke putaran final Piala Asia 2023 untuk Timnas Garuda Senior. Juga lolos ke putaran final Piala Asia U-20 di Uzbekistan pada bulan Maret 2023.

Ada ajang paling dekat pada Desember 2022 adalah turnamen sepak bola bergengsi bagi negara-negara ASEAN yaitu Piala AFF 2022.

Mungkin inilah awal pembuktian coach Shin untuk meraih target juara Piala AFF untuk pertama kalinya bagi skuad Garuda.

Federasi Sepak bola ASEAN, AFF juga sudah merilis hasil undian. Timnas Garuda berada di grup A bersama juara bertahan Thailand, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam atau Timor Leste.

Sementara itu peserta yang berada di grup B adalah rival-rival utama Indonesia seperti Vietnam dan Malaysia. Juga ada Singapura, Myanmar dan Laos.

Menarik dari komposisi undian ini adalah pertemuan pada fase semi final yang bisa saja mempertemukan Indonesia dengan Vietnam atau Malaysia.

Tentu ini adalah tantangan tersendiri bagi coach Shin menghadapi mereka. Harus tetap optimis dengan kekuatan Timnas Garuda yang semakin menunjukkan progres menggembirakan.

Bravo Merah Putih @hensa.

Keterangan Foto : Timnas U20 Indonesia (Dok: pssi.org)

Komentar

Tinggalkan Balasan