Menyaksikan Ginting Emosi Ikut Genting

Catatan Kamis Malam

LAGA antara Antony Ginting, pemain tunggal putra Indonesia melawan Toma Junior Povop, pemain Prancis malam ini (Jumat, 26/10/2023) membuat emosi serasa akan putus. Minimal serasa genting. Ginting yang diharapkan bermain enteng dan akan melibas Povop dengan enteng ternyata malah hampir sebaliknya.

Menyaksikan sendiri lewat layar televisi di rumah sendiri saya tidak bersorak, memang. Selain karena memang hanya sendiri, juga karena permainan ketat yang mereka tampilkan berdua. Povop yang rangkingnya masih jauh di bawah Ginting tidak mau menyerah begitu saja. Dia membuktikan kalau dia layak tampil di 16 besar France Open 2023 itu.

Betapa tidak. Di set pertama Ginting seperti serba salah dibuat Povop. Banyak Ginting membuat kesalahan sendiri. Kalau tidak terlalu panjang dan out bolanya malah nyangkut di net. Smesnya sering meluncur jauh kalau tidak tersangkut. Dan Povop terus meraih angka dari kesalahan Ginting ini.

Point Povop terus di depan Ginting. Seolah tidak bisa Ginting merebut angka sama apa lagi mendahului angka Povop. Hingga set ini direbut pemain Francis itu dengan angka 21-11. Sungguh angka itu membuat sesak dada penonton Indonesia. Sekurang-kurangnya, saya yang menyaksikannya sendiri di layar kaca.

Di set kedua Ginting masih membuat jantung berdebar. Emosi tetap meninggi. Angka masih tidak mudah diraih Ginting. Syukurnya, set ini dapat direbutnya. Permainan harus dilanjutkan ke set ketiga. meskipun emosi masih serasaakan putus, tapi dengan permainan diperpanjang, hati sedikit lega.

Barulah di set ketiga ini Ginting mampu meraih angka yang selalu di depan Povop. Permainan tetap membuat emosi meninggi. Pada 19-14 untuk Ginting, Povop kembali bangkit. Dia tetap keras bak batu karang untuk ditembus. Dengan satu servis Povop terus meraih angka. Hingga poin menjadi 19-19. Emosi benar-benar serasa genting pada posisi seperti ini.

Akhirnya servis dapat direbut Ginting dan mendahului 20-19. Servis itu diteruskan untuk menyelesaikan 21-19. Ginting menarik kepalan tinjunya menandakan emosinya kembali normal. Sayapun kembali merasa normal emosi saya. Sungguh.***

Juga di mrasyidnur.blogspot.com

Tinggalkan Balasan