Menulis Ketika Marah dan Sedih

kucing marah

Menulis ketika marah, bolehkah?
Menulis ketika emosi sedang memuncak boleh-boleh saja,
asal tulisannya berupa fiksi, seperti puisi, syair, lirik lagu, dan prosa
Tapi meski sedang kesal,emosi meledak-ledak gunakan bahasa halus dan sopan

Bagaimana bila menulis saat sedih?
Marah dan sedih adalah pergerakan emosi
Ia respon alami terhadap situasi
Ia juga bisa sekaligus marah dan sedih

Emosi lekat dengan cerita fiksi
Ia memberikan drama dan nyawa pada dialog dan tokoh fiksi
Ketika sedih, maka berpura-puralah seolah-olah tokohmu ikut sedih
Ketika marah, tuangkan dialog ketika salah tokoh sedang tak bisa berkepala dingin

Mengapa emosi lekat dengan kisah fiksi
Bagaimana jika aku marah dan sedih ketika menulis opini?
Wah ini harus lebih hati-hati
Karena emosi bisa mengaburkan pikir

Jika sedang marah dan sedih lebih baik hindari menulis nonfiksi
Kuatirnya Kalian tak bisa berpikir jernih
Bisa jadi ada beberapa kata tertulis
yang kemudian akan disesali

Aku pernah mengalami
Ketika menulis opini dalam sedih
atau ketika kekesalan meluap tinggi
nuansa subyektif jadi lebih tinggi

Tapi emosi ini akan bagus di sebuah lirik
atau puisi dan syair
Tentu saja tetap pilih diksi
Agar karya indah dan diapresiasi

Tinggalkan Balasan