Memantik Bara

Memantik Bara Tung Widut Masa lalu tlah hampir sirna Tertutup langkah jauh ke ujung dunia Kasih yang dulu mencinta terlihat buram Terhalang cicin kepalsuan Nafas kembali terengah Gugit terdengar mengkerut

Bersama

  Bersama Tung Widut Hari minggu tiba Saatnya mereka bersuka ria Mengisi pagi dengan menari Bersama teman sehobi Hari ini yang selalu dinanti Saat bersenang hati Aku diantara mereka yang

Karena Mu

KarenaMu Tung Widut Menghiba dalam lamunan Berjuta kesalahan terbayang di pelupuk mata Tak sengaja datang begitu jelas setiap menjelang terpejam Kepadamu meminta ketenangan Mengampuni dosa dari ruas sederhana Pada kisah

Peluit Malam

Peluit Malam Tung Widut Sudah cukup malam Hening ada anatar jemgkerik dikejauhan Sesekali deru motor membelah pekat Malam hampir sempurna dengan 22.26 Terdengar peluit apnjang berkali-kali Tanpa deru ular besi

Untuk Selamanya

Untuk Selamanya Tung Widut Sekian laksa sebuah perjuangan Rengekan manja sampai air mata di pelaminan Kau tuntun demi meraih kebahagian Bercucur teringat sudah biasa Doa setiap detik tanpa terjeda Lupakan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.