oleh

Karung yang Terselamatkan oleh Corona

-Cerpen, Fiksiana, YPTD-Telah Dibaca : 123 Orang

Karung yang Terselamatkan oleh Corona
Widut

Ibu-ibu di Rt saya suka membayangkan. Pesta kemerdekaan yang meriah. Berbagai lomba diadakan. Kadang waktunya sampai 2 atau 3 hari. Kini lomba tak ada lagi. Sudah lama terbalut wabah. Apalagi sekarang PPKM level 4. Harus di rumah saja. Mau virtual? Belum memasyarakat juga balapan karung virtual.

Khayalan demi khayalan pun terurai indah. Memori keceriaan balap karung masa kecil kembali diceritakan. Setiap pesta kemerdekaan pasti ada lomba balap karung kan? Balapan yang menjadi favorit di setiap perlombaan agustusan. Balapan yang menjadi legenda tak terkikis waktu. Yu Situnpun menyombongkan diri.
“Kalau soal balap karung aku selalu menang. Aku pasti ikut,” kata yu Situn dengan semangat 45.

” Itu kan dulu to yu waktu kamu masih kecil. Lah sekarang, mana karungnya muat. Bobot badanmu saja 98 kg?” jawab yu Mirah sambil bibirnya njinjing mata mlerok. Kali inipun karung selamat dari sisaan karena di masuki orang gedut. Yang penting kita tetap Indonesia.

#18082021
#kitaIndonesia

Tentang Penulis: Widut

Belajar dan belajar di usia tak lagi muda. Lahir di Blitar 49 tahun lalu. Pengajar SMKN 2 Tulungagung ini mulai aktif menulis tahun 2017. Pada tahun 2018 finalis inobel dan lolos naskah buku (novel) Kesharlindungdikmen. Buku tunggalnya berjudul REOG KENDANG UNTUK GERESASIKU, PELANGI BERGAMBAR RASA, CIKAR MBAH BAKRI dan SEIKAT BUNGA TAMAN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed