Pertemuan Pertama

Pertemuan Pertama Tung  Widut Karisma terpancar dari senyuman Di balik masker tertangkap dengan rasa Setiap eja kata  santun terdengar Terbersit jiwa santai bak angin pantai mendamaikan Seribu harapan sejuta angan

Secangkir Teh Hangat

Secangkir Teh Manis Tung Widut Malam makin larut Sepi menggelayut bercerita sendirian Diantara gulita menelan cahaya mentari Hitam menghilangkan pandangan kita Kaki terlalu pegal Jalan seharian tanpa jeda Pintu rumah

Kebersamaan Istimewa

Kerbersamaan Istimewa Tung Widut Kala hari berhenti di satu warga Kesempatan bersama telah terwujud Dari sekian ratus hari terlewati sepi Ini istimewa Berkumpul bersama di satu meja Menonton tivi dengan

Selamat Malam

Selamat Malam Tung Widut   Umur lewat balita Tak tahu kapan memulai Yang dengar setiap malam tanpa terlewat Sambil mata berat tak lupa berucap Suara tak jelas Hafal sudah dua

Tersulam

    Tersulam Tung Widut Terselip sebuah cerita Dari kehampaan hati yang tak pernah tertoreh Menghiasi kelopak mata saat terpejam Mengantar tidur di bantal kapuk bilik rumah tua Berandai dalam

No More Posts Available.

No more pages to load.