Novel | Bukan Cuma Figuran #2

#2 Make Over Cassie

Kiano mempunyai keyakinan yang begitu besar terhadap pemberian nama ‘Cassie’ terhadap Kasih. Seperti halnya keyakinan Bung Karno terhadap penggantian nama-nama artis besar pada zamannya, sehingga Kiano pun yakin kalau Kasih dengan nama baru Cassie Cassandra, akan bisa menjadi artis Besar.

Bukan tanpa dasar Kiano meyakini kalau Cassie akan menjadi bintang, karena secara struktur wajah dan postur tubuh, Cassie mempunyai modal yang cukup. Baginya nasib baik yang belum berpihak pada Cassie.

Cassie memiliki struktur hidung yang mancung, muka yang tirus, dan kulit yang kuning langsat. Itu modal yang cukup bagi Cassie untuk di make over, postur tubuh yang ideal, dengan tinggi tubuh standar rata-rata wanita secara umum, menjadi potensi yang dimiliki Cassie.

Produser Pelaksana meragukan kalau Cassie bisa di upgrade menjadi sosok yang berbeda, namun Kiano semakin kuat ingin membuktikannya. Produksi yang sudah berjalan satu episode, dengan menghabiskan biaya setengah milliar harus dia tunda, hanya karena dia ingin membuktikan bahwa Cassie bisa dia orbitkan menjadi bintang besar.

“Pak.., ini pertaruhan biaya yang cukup besar, apa bapak sudah pertimbangkan secara matang?” Tanya Ajinatha, Produser Pelaksana

“In Sha Allah pak.., niat baik saya di dengar Allah, saya istiqarah dulu untuk melakukan ini, agar saya tidak ragu melakukannya.” Tutur Kiano

Kiano meyakinkan Ajinatha, yang juga memiliki jam terbang yang mumpuni dalam industri film. Menurut Kiano, keyakinannya terhadap Cassie bukan tanpa dasar, dan juga bukan karena dia suka dengan Cassie. Namun Ajinatha tetap menduga kalau Kiano sedang jatuh cinta pada Cassie.

“Sekarang bapak suruh mereka kirim Cassie yang sudah di make over ke ruangan saya.” Pinta Kiano pada Ajinatha

Ajinatha telepon Pimpro agar membawa Cassie ke ruangan Kiano. Cassie yang sedang di make over di ruangan casting, langsung di bawa ke ruangan Kiano. Begitu Cassie masuk bersama make up artis, Ajinatha langsung kaget dengan perubahan dari penampilan Cassie,

“Gimana Cassie.., kamu nyaman dengan penampilan kamu?” Tanya Kiano

“Saya gak nyangka om.., bisa seperti ini, saya nyaman sih, tapi saya malu sendiri lihat diri saya.” Jawab Cassie

“Pak Ajinatha gimana? Ini Kasih atau Cassie?”

“Kalau ini Cassie pak bukan lagi Kasih.., luar biasa ini, saya optimis pak.” Ujar Ajinatha dengan takjub

“Cassie.., kamu harus terbiasa dengan panggilan nama baru kamu, kalau kamu tidak terbiasa, nanti dilokasi shooting kamu bisa clingak-clinguk.”

“Tapi di rumah saya boleh tetap di panggil kesih ya om?”

“Ya gak ada bedanya Kesih sama Cassie kok, terdengarnya sama.”

“Untuk title di tayangan kita pakai nama panjangnya apa pak?” Tanya Ajinatha

“Bikin aja ‘Cassie Cassandra’ bagus kan? Itu nama sangat komersil pak.” Tutur Kiano

Kiano memerintahkan Ajinatha untuk mencarikan guru akting, dan guru untuk menggembleng kepribadian. Cassie diharuskan belajar berbagai hal, mulai dari cara makan, cara berjalan, bahkan cara dia bersikap dalam pergaulan. Cassie di make over bukan saja secara fisik, tapi juga secara intlektual dan kepribadian.

Kiano minta pada Cassie tidak lagi berjualan, semua kebutuhan hidupnya di tunjang oleh Kiano, demi ambisi Kiano untuk mengorbitkan Cassie menjadi bintang besar.

“Cassie.., tugas kamu setiap hari datang ke kantor ini, dan kamu cuma mengikuti pendidikan yang sudah di siapkan, semua menjadi saksi dari ucapan saya.” Tegas Kiano

“Baik om.., saya dibayar cuma untuk itu ya om?” Tanya Cassie dengan polosnya

“Oh ya.., kamu jangan panggil saya om, nanti saya dikira om-om lagi.., kamu panggil saya ‘Mas’ atau ‘Pak’ ya? Selama satu bulan kedepan, tugas kamu cuma itu.” Terang Kiano

***

Waktu bergulir begitu cepat, Kasih mulai terbiasa di panggil dengan Cassie, dan dia pun sudah mulai menyatu dengan keadaan. Feeling Kiano tidak meleset, ternyata Cassie sendiri punya bakat akting yang kuat. Setiap hari Kiano monitoring Cassie lewat guru aktingnya.

Begitu juga dengan pendidikan yang lainnya, Cassie mulai dibiasakan dengan cara berjalan para artis terkenal, sikap duduknya, dan bahkan cara bicaranya pun sudah jauh berubah.

Perubahan Cassie yang sangat drastis, membuat dirinya semakin nyaman dengan sosoknya yang baru. Ada satu hal yang paling di tekankan oleh Kiano, yakni soal spiritualitasnya. Cassie diminta Kiano agar tidak pernah meninggalkan Sholat, bahkan hal itu pun dimintanya untuk diterapkan pada adik-adiknya.

“Cassie, apa yang saya lakukan ini tidak ada artinya, kalau tidak dibantu Allah, dan kamu harus minta pertolongan Allah, agar semua yang kita lakukan ini di Ridho-Nya.” Nasehat Kiano

Ucapan Kiano itu selalu terngiang-ngiang dibenaknya, dan ucapan itu pulalah yang menghapuskan pikiran negatif Cassie terhadap Kiano. Pada awalnya Cassie terus curiga dengan Kiano, karena dia sering mendengar kalau ada produser yang suka mengencani artisnya.

Cassie mengubah sikap dan perilakunya dalam keseharian, sesuai dengan apa yang dinasehatkan Kiano. Dia mulai rajin Sholat, dan dia juga minta pada ibu dan adik-adiknya jangan meninggalkan Sholat. Cassie merasakan kalau dia menemukan ketenangan hidup, setelah dia menekuni ibadah Sholat setiap hari, dan setiap lima waktu dalam sehari.

Suatu saat Cassie di panggil Kiano ke ruangannya, “Cassie saya minta sama kamu, jangan ada keraguan terhadap apa yang sedang kamu jalankan sekarang ini.” Tutur Kiano dengan sangat santun

“Sama sekali gak pak.., saya berdoa pada Allah, minta dibukakan jalan untuk meraih kesuksesan, saya ingin membahagiakan ibu dan adik-adik saya pak.” Ucap Cassie

“Kalau kamu sudah yakin, dan memohon kepada Allah, In Sha Allah usaha kita ini akan berhasil, doa kamu akan di dengar Allah.”

“Aamiin pak.., saya terima kasih sama bapak, yang sudah memberikan kesempatan pada saya.”

“Berterima kasihlah pada Allah Cassie, saya hanyalah perantara saja, saya ikut bahagia kalau suatu saat kamu sukses.”

“Saya bingung membalas kebaikan bapak..”

“Saya tidak minta balasan apa pun Cassie, cukup kamu berikan yang terbaik bagi saya dan produksi serial tv saya, akting yang bagus, agar serial tv-nya sukses.., itu sudah cukup buat saya.”

Cassie terharu mendengar jawaban Kiano, dia tidak menyangka kalau Kiano setulus itu dalam membantu dirinya. Meskipun begitu, Cassie tetap selalu waspada, dia tidak mempercayai semua itu begitu saja. Dia tidak ingin kebodohan dan kemiskinannya dimanfaatkan orang lain.

Bagi Cassie, apa yang sudah di berikan Kiano adalah hal yang luar biasa. Perubahan dirinya dalam segala sisi, membuat dia tersadar masih banyak orang baik dan penuh perhatian disekitar dirinya.

Perasaan ketakutan dan curiga terhadap kebaikan orang lain pada dirinya, pelan-pelan dia coba hapuskan. Dia ingin tampil dengan kepribadian yang baru, yang selalu berpikir positif terhadap kebaikan orang lain.

Setiap hari Cassie datang ke kantor Kiano, mengikuti berbagai pendidikan yang sudah di siapkan Kiano. Dan setiap hari juga dia bertemu dan berdialog dengan Kiano, tidak sekali pun Kiano bertindak melecehkan dirinya. Cassie justeru merasa kalau Kiano terlalu mengistimewakan dirinya.

Bersambung..

Tinggalkan Balasan

2 komentar