Menulis, Mengembangkan Potensi Diri dan Bermanfaat untuk Orang Lain

 

Setelah buku pertama saya yang berjudul,” Mencerdaskan Putra Bangsa di Tengah Badai Pandemi” terbit, rasa bahagia sulit saya sembunyikan. Betapa tidak, sebuah impian memiliki karya dalam bentuk sebuah buku yang telah lama saya idam-idamkan akhirnya terwujud juga.

Buku perdana saya tersebut merupakan kumpulan 40 artikel yang bertuliskan seputar masalah pendidikan di Indonesia selama pandemi covid-19, yang dilengkapi dengan artike lain seputar permasalahan yang kita hadapi, baik di keluarga maupun di masyarakat.

Setelah buku tersebut dicetak, ada keinginan saya untuk memperbanyak kembali dalam rangka untuk dijual kepada khalayak. Paling tidak ada dua cara yang saya lakukan untuk memperkenalkan buku saya tersebut kepada masyarakat. Yang pertama, dengan cara mempromosikannya melalui media sosial, baik whatapps, Instagram, Facebook, maupun toko online. Yang kedua, dengan cara langsung menawarkannya kepada teman dekat, rekan kerja, atau sanak famili.

Sebagai penulis pemula yang baru memiliki satu buku, tentunya nama saya belum begitu dikenal di dalam belantika perbukuan di tanah air.

Sehingga wajar apabila jalur penjualan saya melalui promosi di toko online belum membuahkan hasil, paling tidak seminggu setelah saya mendaftarkan produk di salah satu toko online.

Namun, Alhamdulillah melalui jalur pengenalan produk buku via media sosial, terutama whatapps sudah sedikit membuahkan hasil. Orang-orang yang saya hubungi via whatapps semuanya memberi respon positif atas kabar yang saya berikan, berupa telah terbitnya buku perdana saya. Bahkan bisa dibilang 90% dari merek memutuskan untuk membeli buku saya.

Saya harus akui, bahwa sebagai langkah awal yang cukup berhasil dalam mengenalkan buku perdana saya adalah jalur orang dekat. Saya tidak terlalu pusing dengan alasan mereka membeli buku saya.

Apakah karena alasan tidak enak kalau tidak beli, atau  karena memang mereka tertarik untuk membaca dan memiliki buku yang saya tulis.

Dengan telah terbitnya buku perdana saya tersebut, makin memacu saya untuk terus menulis. Namun, saya harus tetap meluruskan niat saya menulis, yaitu untuk meningkatkan potensi diri dan bermanfaat buat umat manusia. Walaupun tidak disangkal, bahwa efek dari penjualan buku tersebut adalah berdampak pada pendapatan.

Kedepannya saya memiliki target untuk dapat menembus toko buku terkenal agar produk buku yang saya hasilkan mudah didapatkan masyarakat.

Untuk menjadi seorang penulis handal, saya berusaha memulainya dari menulis yang paling mudah dan dekat dengan kehidupan sehari- hari. Dalam sehari saya targetkan untuk dapat menulis sebuah artikel atau sejenisnya. Walaupun terkadang, saya masih banyak menemui kendala dalam menulis.

Dengan sebuah keyakinan bahwa menulis dapat membawa manfaat buat kebutuhan pribadi yang pada akhirnya akan membawa manfaat juga kepada orang lain, maka saya akan lebih banyak lagi berkarya dalam dunia literasi ini.***

Tinggalkan Balasan