oleh

CerBung : Han! Aku Cinta Padamu (4)

-Cerpen, Fiksiana-Telah Dibaca : 156 Orang

Cerpen Bersambung (CerBung) ini khusus persembahan penulis untuk mereka para mahasiswa. Namun juga untuk mereka yang masih berjiwa muda. 

BACA JUGA : Han! Aku Cinta Padamu (1).  

EMPAT

Senin 7 Maret

Aku bertemu Erika pagi itu, seperti biasa di depan pintu kelasnya. Seperti biasa pula gadis cantik inipun tersenyum padaku. Aku tidak bisa mengelak untuk membalas senyumnya dan anehnya gundah malam tadi seolah sirna oleh senyum Erika.

Biarlah Dear Diary. Memang aku biarkan senyum itu selalu singgah dalam hatiku. Hingga pada suatu saat aku menemukan diri sendiri. Tidak lagi butir-butir salju beku menyelimuti hatiku. Tidak lagi lembar-lembar angkuh itu menutupi pintu hatiku.

Aku telah kembali menemukan diriku dalam keadaan utuh walaupun rasa kecewa malam Minggu itu tetap selalu menghantuiku.

Di Kantin Sekolah itu aku bertemu Wina pada jam istirahat pertama. Aku menghampiri meja Wina yang duduk sendirian. Kantin selalu ramai oleh hiruk pikuk para siswa pada jam istirahat ini sehingga aku harus setengah berteriak saat mengobrol dengan Wina.

“Win tahu enggak malam Minggu kemarin Erika bersama dengan Boy.” Kataku membuka pembicaraan.

“Nah lho. Keduluan kan!” Kata Wina sambil tertawa seolah menegaskan dengan apa yang pernah dikatakannya padaku tempo hari.

“Win! Apakah aku sudah tidak ada harapan lagi?” Aku tampak seperti putus asa.

“Mangkanya kamu harus berani Han. Ok tenang saja nanti aku akan cerita pada Erika.”

“Lho cerita apa?”

“Ya cerita kalau kamu melihat saat Erika dan Boy bersama-sama.”

“Win, aku justru khawatir jangan-jangan nanti Erika malah marah padaku.” Mendengar kekhawatiranku ini Wina tertawa kecil. Sahabat Erika ini menjamin bahwa Erika tidak akan marah padaku. Wina begitu yakin dengan pendiriannya.

Rabu 9 Maret

Dear Diary.

Perhatikan hari ini seputih salju, butir-butirnya berkilau memenuhi rongga dada. Ada senyum seorang gadis yang mencoba mengartikan bahwa hidup ini indah namun anehnya aku tetap dalam diamku yang panjang kendati ada senyum manis menyapaku.

Diary.

Apakah harapanku kepadanya sudah kandas? Seraut wajah yang di dalamnya selalu kujumpai ketentraman dan ketenangan. Seraut wajah seperti sebuah telaga damai namun aku begitu sulit menyelaminya. Wajah itu adalah wajah cantik Erika Amelia Mawardini.

BERSAMBUNG Bab Lima.

@hensa.

Ilustrasi Foto by Pixabay. 

BACA JUGA : Kisah Cinta Jomlo Pesantren. 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar