oleh

CerBung : Han! Aku Cinta Padamu (6)

-Cerpen, Fiksiana-Telah Dibaca : 198 Orang

Cerpen Bersambung (CerBung) ini khusus persembahan penulis untuk mereka para mahasiswa. Namun juga untuk mereka yang masih berjiwa muda. 

BACA JUGA : Han! Aku Cinta Padamu (1).  

ENAM

Hari ini adalah hari bahagia untukku. Betapa aku bertambah mencintanya. Andai kau tahu Erika. Sungguh, wajah cantiknya itu ibarat telaga yang tenang pembawa tentram hatiku. 

Telaga itu begitu bening dan di tepiannya tumbuh pepohonan penyejuk rasa. Kadang kala burung burung terbang riang melintas di atasnya sementara angin semilir lewat di sisinya.

Saat hari masih pagi maka telaga itu masih sunyi namun sebentar siang lihatlah akan banyak kumbang terbang menjelang.

Dear Diary.

Kadang aku bertanya dari manakah aku memulai untuk mendaki? Menelusuri bukit bukit terjal, menginjaki kerikil-kerikil tajam, menyingkirkan semak-semak belukar. Hingga kini aku masih juga bertanya dari manakah aku harus memulai mendaki?

Jiwaku kini menjelma menjadi lelaki sejati dan aku sudah tak dapat lagi membiarkan diriku bersedih. Saatnya ceria karena dunia ini indah. Erika adalah keindahan itu.

Dear Diary, andaikan dia tahu aku begitu mencintainya. Suatu hari aku akan mengatakan cintaku kepadanya. Ya suatu hari aku harus berani mengatakannya. Suatu hari entah kapan.

*****

Malam ini aku benar-benar merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Ketika aku akan menuliskan perasaan hatiku ternyata buku harian itu tidak ada.

Sudah aku cari kemana-mana tapi tidak kutemukan. Di dalam tas sekolah yang biasa buku tersebut ada, juga tidak aku temukan.

Aku mencoba mengingat barangkali saja lupa menyimpan. Semua laci meja, kolong tempat tidur, bawah bantal, lemari pakaian sampai rak buku sudah aku periksa.

Buku harian itu tidak kutemukan. Di manakah?  Buku harian hadiah ulang tahun dari Erika itu benar-benar hilang entah kemana.

Pagi yang cerah seiring langkahku menuju Sekolah penuh dengan ceria karena aku tahu di sana akan ada senyum manis Erika menungguku di depan pintu kelasnya. Aku berjalan memasuki gerbang. Tiba-tiba terdengar ada suara memanggilku. Aku melihat Erika berlari menghampiriku.

“Selamat pagi Han!” sapa gadis cantik ini sambil tersenyum.

“Selamat pagi juga Rika,” kataku masih merasakan begitu indah sapa dan senyumnya.

“Han, maaf ini buku harianmu. Kemarin terjatuh saat kamu mengantarku pulang sekolah itu.” Kata Erika sambil tersenyum penuh arti.

“Hah!” Aku terperangah sambil memegang buku harian itu.

Rasanya wajahku pucat pasi karena rasa malu. Sudah pasti Erika membaca kalimat demi kalimat yang ada dalam buku harian itu.

“Han, maaf ya aku sudah membaca semuanya dan aku juga sudah menuliskan pesan melalui Diary itu. Nanti baca ya!” Ujar gadis manis berambut panjang ini masih  tersenyum penuh bahagia lalu meninggalkanku yang saat itu masih melongo sendiri.

Akupun segera bergegas menuju kelasku. Pada jam pertama pelajaran hari itu aku sudah tidak bisa lagi konsentrasi karena bolak balik membaca sebuah kalimat tulisan tangan Erika di Buku Harianku.

Tulisan Erika begitu indah yang membuat rasa bahagia hati ini tiada tara.

Dear Diary. Tolong sampaikan pesanku untuk Han. Aku juga sudah lama mencintainya sejak SMP dulu. Rinduku selalu untuknya. @Erika Amelia Mawardini.

BERSAMBUNG Bab 7. 

@hensa.

Ilustrasi Foto by Pixabay. 

BACA JUGA Kisah Cinta Jomlo Pesantren. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar